Seruan Damai Dari Tentena Untuk Indonesia

Vonis hakim terhadap kasus Ahok yang dibacakan dalam sidang 9 Mei 2017 yang lalu, telah menarik banyak perhatian masyarakat Indonesia bahkan masyarakat dunia dan telah menjadi topik yang paling hangat sampai saat ini. Hal ini dipicu akibat vonis Ahok yang dianggap tidak lazim dan kental unsur politis sehingga menimbulkan dampak reaksi keras seperti api yang disiram bensin yang meluas, baik dalam skala nasional dan dunia Internasional. Secara logika dan kasat mata orang awam saja sudah bisa melihat dengan jelas bahwa vonis Ahok adalah vonis yang janggal dalam dunia peradilan dimana keputusan Hakim tidak sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.
Hakim memvonis Ahok dengan hukuman penjara dua sementara Jaksa sebelumnya menuntut Ahok hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

Reaksi masyarakat dinyatakan dalam berbagai bentuk, diantaranya seperti yang dilakukan masyarkat Kota Tentena kemarin malam 14 Mei 2017 dalam aksi SOLIDARITAS 1000 LILIN "TENTENA UNTUK INDONESIA DAMAI".
Kegiatan tersebut diprakarsai secara spontanitas oleh beberapa tokoh perempuan yang kemudian direspon oleh tokoh masyarakat yang ada di Kota Tentena dan sekitarnya. Selanjutnya dibentuklah panitia kecil “Tim Damai Indonesia dari Tentena”.
Aksi yang dipusatkan di Taman Kota Tentena sejak pukul 19.00 Waktu Indonesia Tengah ini, walaupun hanya disosialisasikan lewat media sosial namun yang hadir pada saat itu lebih dari 1.000 orang, baik yang berasal dari Kota Tentena maupun dari Kota Poso dan desa terdekat seperti Pandiri, Kuku, Sangira, Saojo, Sulewana, Meko, Buyumpondoli, Toinasa dan masih banyak desa lainnya.


Dalam aksi ini, massa yang hadir menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan memanjatkan doa-doa bersama. Dilanjutkan dengan orasi yang intinya adalah mendukung dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), meminta Pemerintah untuk menegakkan supremasi hukum, menolak ketidakadilan terhadap Ahok, serta menolak aksi-aksi radikalisme.
Tokoh-tokoh masyarakat juga menyerukan bahwa siapapun yang masuk Tentena tidak boleh memecah belah persatuan bangsa. Aksi ini berlangsung aman dan terkendali dengan adanya izin serta dijaga ketat aparat keamanan dari Polres Poso dan Polsek setempat, hingga berakhir pada pukul 21.00 Waktu Indonesia Tengah.


Aksi seperti ini sebelumnya bahkan serentak dilakukan di beberapa kota dari berbagai elemen masyarakat seperti yang dikutip dari Video Youtube Aksi 1000 Lilin Ahok Gemparkan Dunia! 33 Kota dan 19 Negara.

Posting Komentar