Teladan Kisah Pak Ahok

Jakarta adalah Ibukota NKRI yang setiap saat mata dan telinga pasti tertuju kesana. Apapun yang terjadi di Jakarta, dari segala aspek politik, sosial, ekonomi dan pembangunan, yang baik ataupun buruk selalu menjadi sorotan dunia dan juga menjadi bahan perbincangan yang hangat sampai ke pelosok-pelosok daerah terpencil di wilayah Nusantara ini. Jakarta adalah miniaturnya Indonesia. Jakarta adalah barometernya Indonesia. Apa yang terjadi di Jakarta, dimata dunia itulah Indonesia.

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM atau yang akrab disapa Pak Ahok, menjadi salah satu tokoh yang masih hangat menjadi bahan perbincangan sampai saat ini. Pak Ahok adalah seorang Warga Negara Indonesia dari Etnis Tionghoa yang begitu menjadi perhatian besar bagi Indonesia bahkan dunia. Track record Pak Ahok kurang lebih 3 tahun sebagai anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat RI periode 2009-2014, namun mengundurkan diri pada 2012 setelah mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk Pemilukada 2012. Muali menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012, selanjutnua menjadi Pelaksana Tugas Gubernur sejak 16 Oktober hingga 19 November 2014, yang kemudian dilantik Sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo pada 19 November 2014 di Istana Negara. Sebelum meniti karir di Jakarta, Pak Ahok juga pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005-2006. 

Begitu singkat Pak Ahok berkarir di Jakarta, 3 tahun di legislatif dan 3 tahun di birokrasi. Namun dalam waktu singkat yang hanya 3 tahun di birokrasi, telah banyak perubahan besar yang dibuatnya untuk Jakarta. Pak Ahok mampu mengubah Jakarta, mulai dari penataan kota, penataan pelayanan Instansi Pemerintah, bahkan penataan dari segala aspek yang menjadi kebutuhan warga Jakarta, termasuk salah satunya penertiban Tempat Pemakaman Umum yang selama ini terjadi Pungli besaran-besaran disana.
Pak Ahok memiliki karakter yang tegas dalam menjalankan tugas, bahkan tidak segan-segan Pak Ahok menentang BPK DKI yang dianggapnya keliru atas hasil auditnya. Pak Ahok juga pernah berseteru dengan DPRD DKI yang dianggapnya banyak membuat anggaran siluman.

Pak Ahok juga tidak segan mundur dari partai Gerindra yang mendukungnya pada Pilkada 2012. Hal itu dilakukan karena adanya perbedaan pendapat tentang RUU Pilkada. Pak Ahok dan beberapa kepala daerah lainnya memilih untuk menolak RUU Pilkada karena terkesan "membunuh" demokrasi di Indonesia. Pada akhirnya setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengambil cuti panjang untuk menjadi calon presiden dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014, pak Ahok melanjutkan jabatannya sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta tanpa dukungan partai (independen) hingga pun dirinya dilantik sebagai Gubernur DKI pada 19 November 2014.

Itulah sebagian dari perjalanan karir pak Ahok selama memimpin Jakarta, dan pada Pemilukada 2017 dia kembali mencalonkan dirinya sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S.
Ditengah proses perjalanan demokrasi yang sedang dilakukan Ahok-Djarot, termasuk kunjungan kerja di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu dan berpidato disana, semuanya terlaksana dengan lancar. Muncul permasalahan baru setelah Buni Yani mengunggah video rekaman pidato yang telah diedit di akun Facebooknya, sehingga pernyataan dalam pidato Pak Ahok menjadi kontroversi. Sejak saat itu, berbagai elemen masyarakat melaporkan Pak Ahok ke pihak Kepolisian.

Pak Ahok ditetapkan sebagai tersangka, selanjutnya tak pernah absen mengikuti sidang sebanyak 23 kali, hingga Putusan Perkara dibacakan dan beliau ditetapkan sebagai Tahanan. Dalam perjalanan sidang kasus tersebut, tak pernah ketinggalan massa yang pro dan kontra menggelar aksi dimana sidang itu dilaksanakan. Dengan situasi seperti itu, Pak Ahok tidak pernah sedikitpun mundur ataupun memperlihatkan sikap yang tidak bersahabat.
Ditengah permasahalan besar yang sedang dihadapi, Pak Ahok tetap tegar. Beliau tidak pernah memperlihatkan raut wajah sedih, tidak pernah memperlihatkan kekecewaan atas masalah yang ditimpakan kepadanya.

Dari kisah perjalanan karir pak Ahok yang telah sukses menjalankan tugasnya, hingga tertumbuk pada kasus yang dihadapinya saat ini, di vonis hakim dengan tidak dilandasi oleh pertimbangkan moral apapun, sesungguhnya banyak pelajaran berharga yang dapat kita ambil disana. Kita telah diberi pelajaran tentang mana yang baik dan mana yang tidak baik. Kita telah dipertontonkan sikap manusia yang sesungguhnya.
Sebagai seorang tokoh pemimpin yang telah banyak membuat perubahan, kita wajib mengambil contoh darinya. Ditengah kesusksesannya maupun ketika berada dalam masalah, Pak Ahok tidak pernah berubah. Apapun profesi kita saat ini, marilah kita bersikap seperti pak Ahok….
Pekerja keras, tegas serta disiplin namun tetap melayani sesama dengan sepenuh hati
Menjadi seorang pejabat itu adalah pekerjaan yang mulia, karena dengan jadi pejabat ada banyak orang yang bisa kita tolong (Ahok)
Kita tidak butuh lagi orang pintar, yang kita butuhkan adalah orang-orang yang peduli terhadap sesama (Ahok)
Ditengah kerja keras kita menjalani bahkan mempertahankan kehidupan, satu hal yang harus kita pahami bahwa sebagai manusia yang dianggap mahkluk mulia, sesungguhnya kita juga tidak semulia yang kita anggap selama ini. Sesungguhnya yang paling mulia adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita tak dapat menjadi sempurna seperti-Nya. Sekecil apapun itu, sebagai manusia pasti kita tidak dapat terhindar dari apa yang namanya permasalahan atau kesalahan.
Kesalahan itupun sesungguhnya tidak selamanya salah, tergantung dari cara pandang setiap orang. Mungkin kita melakukan sesuatu yang benar, tetapi kadangkala orang lain menganggap itu salah, dan sebaliknya apa yang kita anggap salah, kadang orang lain menganggap itu benar. Itulah sikap kita sebagai manusia yang memilik ego masing-masing. Manusia hidup dengan persaingan yang begitu ketat. Hal ini terjadi dimana saja dan dalam situasi apapun.

Sifat Manusia :  Seribu kebaikan yang pernah kita buat, akan tenggelam dengan satu kesalahan yang kita lakukan
Sifat Tuhan :  Seribu kesalahan yang pernah kita buat, akan tertutupi dengan satu kebaikan yang kita lakukan
Dalam menjalani kehidupan ini, kita tidak pernah luput dari berbagai macam permasalahan. Dunia ini penuh dengan masalah, kita tak dapat menghindari itu.
  • Ada saatnya kita dapati gelapnya malam, ada saatnya kita dapati siang yang cerah…
  • Ada saatnya kita alami kemarau panjang, ada saatnya kita alami musim hujan…
  • Ada saatnya kita lapar, ada saatnya kita kenyang…
  • Ada saatnya kita berjalan santai, ada saatnya kita harus berlari kencang…
  • Ada saanya kita tertidur nyenyak, ada saatnya kita harus bekerja keras…
  • Ada saatnya kita berpijak di anak tangga paling bawah, ada saatnya kita berada dipuncak tangga itu…
  • Ada saatnya kita menangis tersedu-sedu, ada saatnya kita tertawa terbahak-bahak….

Masih banyak saat-saat yang sering kita alami dan saling berlawanan, itulah kehidupan, terus berputar dan kita harus mengalami itu. Kita harus mengimani, bahwa semua yang terjadi dalam kehidupan kita, diatur oleh Tuhan. Dia-lah yang mengatur kehidupan kita. Kita boleh berencana, tetapi Tuhan-lah yang memutuskan. Dibalik semuanya itu, yang pasti ada rencana yang indah dari-Nya.
Apapun yang terjadi dalam hidup ini jangan pernah salahkan Tuhan, karena Tuhan tidak pernah salah (Ahok)
Oke….semoga teladan dari Pak Ahok akan menjadi inspirasi kita dalam sikap dan tindakan menjalani kehidupan yang penuh tantangan kedepan, apapun profesi kita.
Sukses sobat miamori!!

Posting Komentar